STUDI BIBLIKA TENTANG PENDIDIKAN AGAMAKRISTEN DALAM PERJANJIAN BARU

Fredinan Nixen Evert Momongan, M.Th.,

Vinny Rantung2

STT Missio Dei Manado

fredinanmomongan@gmail.com, vinirantung@gmail.com

 

Anda mungkin juga suka...

7 Komentar

  1. FRANSISCA LAFENIA AWUMBAS menulis:

    Setelah saya membaca jurnal ini saya dapat memahami bahwa gagasan utama artikel ini adalah analisis teks bliblika yang terkait dengan pendidikan agama Kristen dalam perjanjian baru dan prinsip-prinsip pendidikan agama Kristen yang dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
    Beberapa istilah khusus dalam artikel seperti paedagogis istilah Yunani yang berarti kegiatan untuk membimbing,PAK pendidikan yang memiliki dasar alkitab dan segala yang di ajarkan merupakan refleksi dari alkitab itu sendiri.
    Berdasarkan artikel saya juga dapat memahami bahwa studi pak memiliki beberapa aspek penting seperti
    -Dasar alkitab
    -Tujuan pendidikan agama Kristen
    -metode pendidikan agama Kristen
    -Tokoh-Tokoh pendidikan agama Kristen
    -pelaku Pendidikan agama Kristen seperti pengajar dan pendeta. Dengan demikian saya memahami bahwa studi PAK memiliki tujuan untuk memampukan orang-orang hidup sebagai orang-kristen dan menggunakan metode dan pendekatan untuk mencapai tujuan tersebut.
    Berdasarkan pemahaman artikel studi bliblika tentang pendidikan agama Kristen (PAK) dalam perjanjian baru saya dapat menerapkan beberapa hal seperti menggunakan alkitab sebagai sumber utama, menggunakan metode pembelajaran yang efektif,mengembangkan karakter Kristen, meningkatkan kesadaran akan kasih Allah, mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan. Dengan demikian pendidikan agama kristen dapat menjadi lebih efektif dalam membangun karakter Kristen yang kuat dan membantu orang-orang hidup sesuai dengan ajaran kristus.

    MHS. STT-MD. BOROKO

  2. Beatrisya sasauw menulis:

    Analisis ini menunjukkan bahwa pendidikan Kristen yang sejati bukan sekadar transfer informasi kognitif, melainkan sebuah proses transformatif-holistik yang mengintegrasikan mandat amanat agung (Matius 28:19-20), otoritas Firman (2 Timotius 3:16-17), dan pembangunan komunitas (Efesus 4:11-13). Sebagai mahasiswa, saya melihat bahwa artikel ini berhasil membedah esensi pendidikan bukan sebagai aktivitas formal tambahan, melainkan sebagai “motor penggerak misi” yang bertujuan membentuk karakter serupa Kristus dalam ekosistem gereja yang saling memperlengkapi. Penekanan pada metodologi eksegetis historis-gramatikal memberikan landasan teologis yang kokoh bahwa hasil akhir dari pendidikan ini bukanlah sekadar jemaat yang berpengetahuan, melainkan murid yang taat, memiliki kemurnian doktrin, dan siap diutus untuk melakukan pekerjaan pelayanan di tengah konteks dunia yang terus berubah.

  3. Junivka Rumondor menulis:

    Artikel ini membuka wawasan saya dan memberi pengetahuan baru tentang Pendidikan Agama Kristen dalam perjanjian baru melalui kajian studi biblika yang membahas tentang pendidikan agama kristen yang didasarkan pada Alkitab yaitu dalam Matius 28:19-20, Efesus 4:11-13 dan 2 Timotius 3:16-17 menjadi dasar pembentukan pendidikan Kristen dalam menjalankan amanat agung, membentuk karakter, dan menjalankan pelayanan yang menjadikan kitab suci (Alkitab) sebagai alat utama dalam ajaran Kristen. Artikel ini tentunya bermanfaat bagi semua orang terlebih khusus bagi guru pendidikan agama Kristen dalam mengajar tentang pendidikan agama yang harus selaras dan berlandaskan pada Kitab suci yang dapat membentuk kepribadian dan karakter seseorang dan terus menjadikan kitab suci sebagai yang utama dalam pengajaran Kristen.
    Terima kasih disampaikan kepada penulis untuk setiap dedikasi yang sangat bermanfaat bagi banyak orang, Tuhan Yesus memberkati🙏😇

  4. Alvionita Sondakh menulis:

    Sangat mengapresiasi artikel ini. Saya paham karena artikel ini mengkaji Pendidikan Agama Kristen dalam Perjanjian Baru dengan pendekatan studi biblika yang cermat dan sistematis. Penulis berhasil menggali prinsip-prinsip pedagogis dari teks PB dan menunjukkan bahwa PAK bukan sekadar transfer ilmu, tetapi pembentukan murid Kristus yang utuh. Landasan biblis yang kuat ini menjadikan artikel sangat relevan bagi pengembangan kurikulum PAK di gereja dan sekolah teologi.

  5. Marsyanda Takainginan menulis:

    Artikel ini memberikan pemahaman yang cukup jelas bagi saya mengenai dasar Alkitabiah dalam Pendidikan Agama Kristen. Artikel ini menekankan bahwa Perjanjian Baru, khususnya melalui teladan Yesus dan para rasul, menjadi dasar penting dalam proses pengajaran yang berfokus pada pembentukan karakter dan iman.
    Saya melihat bahwa penekanan pada Alkitab sebagai sumber utama serta penggunaan metode pengajaran yang relevan sangat penting, karena dalam Perjanjian Baru sendiri Yesus sering mengajar melalui perumpamaan dan kehidupan sehari-hari . Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan Kristen tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis dan aplikatif.

  6. Ekklesia Patoh menulis:

    Menurut saya, artikel ini menjelaskan bahwa pendidikan agama Kristen dalam Perjanjian Baru berasal dari ajaran Yesus dan para rasul. Dari situ kita bisa melihat bahwa mengajar iman itu memang sangat penting. Dari artikel ini saya mengerti bahwa pendidikan agama Kristen bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tapi untuk membentuk cara hidup supaya sesuai dengan ajaran Kristus. Saya juga melihat bahwa Yesus memberi contoh sebagai guru yang mengajar dengan cara yang sederhana, sehingga mudah dimengerti. Ini membuat saya sadar bahwa cara mengajar itu juga penting. Artikel ini mengingatkan saya bahwa pendidikan agama Kristen harus berpusat pada Kristus dan bertujuan membentuk karakter yang baik. Secara pribadi, saya ingin belajar bukan hanya memahami firman Tuhan, tapi juga melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.

  7. Prince Fredly Tumbel menulis:

    PAK adalah pengajaran yang sangat lumrah di kalangan orang kristen, dan lewat kajian ini memberikan saya wawasan baru tentang integritas yang harus di utamakan, integritas menurut Alkitab dan bukan pandangan sendiri. Bukan berdasarkan itu saja tetapi lewat sinergitas yang telah di nyatakan oleh sang Pengajar utama yaitu Yesus Kristus lewat amanat agungNya, Ia tidak hanya menginginkan umatnya hanya untuk menilai dan membaca saja tetapi melakukan dan mengajarkan sesuai dengan ajaran yang telah di tetapkan olehNya.

Tinggalkan Balasan ke Prince Fredly Tumbel Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *