PENDIDIKAN SEBAGAI PRAKTIK PEMBEBASAN:RELEVANSI PEMIKIRAN PAULO FREIRE DI ERA MODERN

Howard Marthen Nehemia Maleke M.Th., M.Pd.

STT Missio Dei Manado
stevenmaleke9@gmail.com

Anda mungkin juga suka...

3 Komentar

  1. Cikal Lahope menulis:

    menurut saya sangat menarik karena mengangkat pendidikan bukan sekadar sebagai proses transfer ilmu, tetapi sebagai sarana pembebasan manusia. Pemikiran dari Paulo Freire yang diangkat dalam artikel ini menekankan bahwa pendidikan seharusnya memampukan manusia untuk berpikir kritis, menyadari realitas hidupnya, dan tidak terjebak dalam sistem yang menindas. menariknya artikel ini tidak hanya membahas teori, tetapi juga mencoba mengaitkannya dengan konteks masa kini. Di era modern yang penuh dengan perkembangan teknologi dan arus informasi, kemampuan berpikir kritis menjadi sangat penting. Tanpa itu, seseorang mudah dipengaruhi dan kehilangan arah. Karena itu, gagasan Freire tetap relevan, bahkan semakin dibutuhkan. Secara keseluruhan, artikel ini memberikan refleksi yang mendalam bahwa pendidikan seharusnya tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memerdekakan.

  2. Novandri Kandati menulis:

    Menurut saya, artikel ini memberikan sudut pandang yang berbeda tentang pendidikan. Melalui gagasan Paulo Freire, pendidikan dipahami bukan hanya sebagai proses belajar biasa, tetapi sebagai sarana untuk menyadarkan dan memberdayakan manusia. artikel ini menunjukkan bahwa pendidikan seharusnya tidak membuat peserta didik hanya menerima, tetapi juga aktif berpikir dan terlibat. Ini penting, terutama di zaman sekarang di mana informasi sangat banyak dan tidak semuanya benar. saya melihat artikel ini menekankan bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membuat seseorang lebih sadar, kritis, dan mampu mengambil peran dalam kehidupannya, bukan hanya sekadar menghafal atau mengikuti.

  3. ortison wetaku menulis:

    Menurut saya artikel ini menarik karena Pemikiran dari Paulo Freire yang diangkat dalam artikel ini menekankan bahwa pendidikan seharusnya memampukan manusia untuk berpikir kritis, menyadari realitas hidupnya, dan tidak terjebak dalam sistem yang menindas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *